Selasa, 10 Januari 2012

Kerajaan Gupta Dinasti Gupta

(http://id.m.wikipedia.org/wiki/Berkas:IndiaGuptaEmpire.jpg)

1. Chandragupta ( 320-330 M )

Chandargupta adalah pendiri dari Dinasti Gupta, yang berasal dari asal-usul yang tidak diketahui dengan pasti. Konon dia seorang petualang dari kalangan rendah, namun berhasil mengawini seorang puteri raja bernama Kumala Devi, berasal dari suku Licchavi yang termasyhur di Vaisali. Suku tersebut pernah berkuasa di India utara, namun tenggelam oleh munculnya dinasti Maurya. Mengenai Raja pendiri Dinasti Gupta ini tidak banyak diketahui seluk-beluk kehidupan sosialnya, kebudayaanya, keagamaannya, dan politiknya. Didalam buku Memahami Sejarah Bangsa-Bangsa Di Asia Selatan ( Abu Su’d ) hanya menjelaskan tentang pusat pemerintahan yang terletak di Pataliputra, dan telah dikeluarkannya mata uang baru untuk melestarikan kehormatan Raja dan Permaisuri, yang bergelar Maharaja-diraja.

2. Ramagupta ( 330-335 M )

Ramagupta adalah putera dari Chandragupta sekaligus kakak dari Samudragupta, Ramagupta adalah Raja kedua dari dinasti Gupta yang menggantian Ayahandannya. Tokoh ini amat disembunyikan dari dari silsilah dinasti Gupta, kerena kekalahannyan ketika berusaha menaklukan suku bangsa Saka sekitar tahun 335 M.

3. Samudragupta, Sarvarajaccheta ( 335-376 M )
  • Bidang Sosial
Dalam bidang sosial tidak begitu banyak yang di jelaskannya, bahkan hampir tidak ada. Namun disana hanya dijelaskan bahwa Raja mengeluarkan mata uang emas, yang antara lain bergambar Raja sedang bermain kecapi. Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa disana telah ada perdagangan yang amat ramai, itu bisa dibuktikan dengan Raja mengeluarkan mata uang emas.
  • Bidang Kebudayaan
Dalam bidang kebudayaan, disana telah berkembang kesusastraan dan musik, itu dibuktikan dengan oleh Raja selain sebagai Raja beliau juga sebagai penyair dan pemusik. Disana pun telah berkembang Drama itu dibuktikan dibangunnya gedung-gedung sandiwara yang indah, yang dihiasi lukisan indah pula. Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa telah banyak kebudayaan yang berkembang seperti sastra, musik, dan pertunjukan drama yang dijadikan sebuah hiburan bagi Raja dan rakyat.
  • Bidang Keagamaan
Dalam bidang keagamaan disana terdapat dua agama yang berkembang yaitu agama Hindu dan agama Budha, Raja samudragupta sendiri beragama Hindu, namun dia mengangkat penasihat dari mereka yang beragama Budha. Bila di lihat dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kehidupan beragama disana telah mempunyai sikap toleransi yang tinggi, ini dibuktikan dengan sikap Raja mengangkat penasihat dari yang berbeda agama dengan dirinya.
  • Bidanng Politik
Raja Samudragupta dianggap sebagai puncak kerajaan Gupta,sebab kekuasaannya telah mencakup seluruh India utara, meskipun tidak termasuk bagian barat laut. Dalam bidang politik, Samudragupta dalam melaksanakan ambisi ayahandanya ia menitik beratkan rencana kegiatan kenegaraannya seperti yang terkenal dengan digvijaya atau penaklukan atas Empat Penjuru Angin. Yang dimaksud dengan Empat Penjuru Angin itu tidak saja empat kawasan di sekeliling kerajaan Gupta, namun juga berarti empat katagori musuh yang harus dihadapi dan harus ditaklukan yaitu ;
1). Raja-raja yang berhasil di bunuh dalam ekspedisi penaklukan,kemudian daerahnya disatukan dengan kerajaan Gupta.
2). Raja-raja yang dikalahkan , namun daerahnya dikembaliakan dan raja berstatus baru, yaitu Raja harus membayar upeti.
3). Raja-raja diperbatasan dan melarikan diri, yang harus membayar pajak perlindungan.
4). Raja-raja jauh yang mengakui kekuasaan Raja Gupta dengan jalan mengirimkan duta.
Bahkan tidak dapat dipunkiri lagi pengaruh kekuasaan kerajaan Gupta juga dirasakan sampai ke Sri Langka. Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa ambisi Raja Samudragupta sangat besar, itu dilihat dari keiginan untuk menguasai wilayah lain dengan cara penaklukan dengan digvijaya atau penaklukan Empat Penjuru Angin dan ini terbukti berhasil.

4. Chandragupta II, bergelar Vikramaditya ( 376-415 M )
  • Sosial
Dalam bidang sosial, diperkirakan masyarakat hidup makmur dan damai dikarnakan pada masa pemerintahan Chandragupta II, kerajaan Gupta merupakan negara yang makmur dan damai. Diberikannya bantuan kepada rakyat yang menderita sakit melalui pengobatan yang diberikan oleh tabib. Dan para penduduk memperoleh kebahagiaan, para penggarap tanah-tanah negara dikenakan pajak, berupa sebagian dari hasil panen, terhadap para pelaku pelanggaran tidak dikenakan hukuman berat, melainkan hanya semata-mata denda. Bahkan komplotan yang memberontak terhadap negara sekalipun, hanya diancam hukuma potong tangan sebelah kanan. Kebiasaan rakyat amat baik, tidak meminum minuman keras, juga membunuh binatang untuk dimakan. Dan disana pun masih ada pembedaan kelas. Masyarakat dilarang untuk menangkap babi ataupun unggas, apalagi memperdagangkan ternak. Sehingga mereka tidak memiliki tempat pembantaian maupun warung anggur. Dan alat pembayaran yang dipergunakan adalah lakon. Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa sistem sosialnya telah baik yaitu rakyat hidup makmur dan damai serta bagia dan alat pembayaran dilakukan dengan lakon.
  • Bidang Kebudayaan
Dalam bidang kebudayaan disana telah berkembang drama-drama yang biasa dipertunjukan didepan Raja, dan di kota Pataliputra setiap bulanya diselenggarakan arak-arakan kerata kuda, dan patung-patung Budha juga diarak diiringi dengan musik serta diasapi dnegn dupa kemenyan wangi, serta bau semerbak bunga-bungaan. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan Drama merupakan kesenian yang sejak masa samudragupta masih dipertankan dalam masyarakat, dan disana pun ada arak-arakan kereta kuda dan patung Budha, yang diselenggarakan setiap satu bulan sekali.
  • Bidang Keagamaan
Dalam bidang keagamaan, disana berkembang agama Hindu, Budha, dan Jainisme. Ajaran Budis maupun Jainisme mulai meresap dalam sanubari masyarakat India. Sementara itu ajaran Brahmanisme perlahan namun pasti, mulai digantikan dengan Hinduisme. Dari pernyataan ini dapat disimpulkan bahwa berkembang pesatnya tiga agama yaitu Hindu, Budha, dan Jainisme. Serta semakin lunturnya ajaran Brahmanisme dalam masyarakat.
  • Bidang Politik
Selama pememerintahannya dia dijuluki Vikramaditya yang berarti matahari kebenaran, karena kepribadian maupun penampilannya selama dia memerintahmenunjukan sifat-sifat yang menerangi masyarakat. Dia pun memindahkan pusat pemerintahan dari kota Pataliputra ke kota Ayodhya yang mayoritas Hindu, sebuah kota terpenting di Kosala. Untuk mengokohkan kekuasaannya ia mulai melakukan penyerangan-penyerangan, salah satu yang ditaklukan adalah Satrap Saka dari Ujjain. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Raja memindahkan pusat pemerintahan ke Ayodhya untuk mendapatkan semangat Hindunisme kembali dalam pemerintahannya. Kita tau bahwa kota Pataliputra pada masa Maurya merupakan pusat pemerintahn yang Budistis, dan dia pun meelakukan penyerangan-penyarangan untuk mengokohkan kekuasaannya.

5. Kumaragupta ( 415-455 M )

Dalam bukunya Abu Su’ud tidak dijelaskan tentang bidang sosial, kebudayaan, keagamaan, dan politiknya pada masa pemerintahan Raja Kumaragupta.

6. Skandagupta ( 455-467 M )

Pada masa pemerintahan Raja Skandagupta, dia berhasil menahan arus serbuan dari suku bangsa Huna putih atau Ephthalit.dan keberhasilan itu dituliskan pada sebuah tonggak kemenangan dari dari batu. Dan pusat pemerintahannya berpusat di Ayodhya. Selanjutnya dia membangun sebuah candi bagi Visnu, untuk mengenang kemenangan tadi. Dan mengenai bidang sosial, keagamaan, tidak dibahas dalam bukunya Abu Su’ud. Jadi dapat disimpulkan bahwa kekuatan militer pada masa Skandagupta masih Kuat, itu terbukti dengan berhasil menahan arus seramgan dari suku bangsa Huna.

7. Paragupta

Paragupta menggantikan Raja Skandagupta, pada waktu itu tidak berhasil menandingi kekuatan musuh, ketika mereka sekali lagi melancarkan serangan. Maka perpecahanpun segera muncul diambang pintu bekas kerajaan Gupta yang jaya itu. Dan akhirnya kerajaan Gupta jatuh kedalam kekuasaan suku bangsa Huna putih. Serta kerajaan Gupta pun menjadi daerah taklukan yang harus membayar upeti.




Sumber Buku ; Memahami Sejarah Bangsa-Bangsa Di Asia Selatan ( Abu Su’ud )



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar